delik materiil

delik materiil

Kesimpulan.3, Juli 2006. Delik Formil (formeel delict) dan Delik Materil (materiil delict) Delik Formil merupakan delik yang dianggap telah selesai dengan dilakukannya tindakan yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh Undang-Undang. Delik kejahatan dan delik pelanggaran. Korupsi kerugian keuangan negara sudah berubah menjadi delik materiil sehingga mutlak dengan pembuktian hubungan kausalitas. Tabel tersebut menyediakan penjelasan sederhana mengenai arti, makna, dan maksud dari delik materiil. a. Membahas delik formil dan materiil memiliki hubungan dengan suatu “perbuatan” itu sendiri.COM, PALEMBANG. b. Yang dimaksud dengan delik formil adalah yang perumusannya menitikberatkan pada perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana oleh undang-undang, di sini rumusan dari perbuatan jelas. 4. Bila belum, maka paling banyak hanya ada percobaan. Membahas delik formil dan materiil memiliki hubungan dengan suatu “perbuatan” itu sendiri. TINDAK PIDANA MATERIIL Tindak Pidana Materiil atau dapat disebut juga Delik Materiil Adalah tindak pidana penitikberatan rumusannya fokus pada Akibat yang dilarang, tindak pidana yang baru dianggap telah terjadi atau dianggap telah selesai bila akibat yang dilarang itu telah terjadi. Makalah Supandi.Hal itu tertuang dalam putusan MK nomor 25/PUU-XIV/2016 (Putusan MK 25/2016) terhadap Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU 31/1999) Jo. Halaman Selanjutnya: Pengertian Delik Materil. Delik-delik ini diatur dalam undang-undang pidana negara dan mencakup berbagai pelanggaran seperti kejahatan terhadap kehidupan, kebebasan, harta benda, kesusilaan, dan lain sebagainya. Delik formil yang perumusannya menitikberatkan pada perbuatan yang dilarang/diancam Hampir mirip terhadap materiil, tentunya delik umum memiliki contoh pembunuhan dan kejahatan secara umum. Misalnya pasal: 160 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tentang penghasutan Dalam delik materiil selain dari tindakan yang terlarang itu dilakukan, masih harus ada akibatnya yang timbul karena tindakan itu, baru dikatakan telah terjadi tindak pidana tersebut sepenuhnya. Unsur-unsurnya harus terpenuhi, pungkasnya. Delik kejahatan dan pelanggaran terdapat dalam pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sebagai unsur yang dilarang oleh Undang-undang Delik Formil,yaitu Delik yang perbuatannya dilarang oleh Undang-undang Misalnya :Pencurian (Pasal 362 KUHP). (1) Setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, baku mutu emisi, atau baku mutu gangguan dipidana, dengan pidana BAKINUPDATE. Amar putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 tanggal 25 Januari 2017 tersebut merupakan penafsiran terhadap pengujian kata “dapat” dalam frasa merugikan keuangan negara yang diatur dalam pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor. Sedangkan delik materiil menitikberatkan pada akibat dari perbuatan tersebut. Contohnya adalah pasal 378 KUUHP, yang bunyinya adalah sebagai berikut:. Defenisi tersebut sesuai dengan yang disebutkn dalam Pasal 351 ayat (4) yaitu ” Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak Vee –arts Arrest inilah yang semula diajukan oleh para ahli hukum pidana yang berpandangan materiil, dengan alasan meskipun perbuatan pelaku telah memenuhi rumusan delik serta tidak ada suatu pengecualian di dalam undang-undang, maka tidak selalu pelaku harus dijatuhi hukuman apabila memang terbukti perbuatan pelaku tidak mengandung melawan Brief Answer: Dalam stelsel pemidanaan hukum pidana, terdapat dua jenis perbuatan hukum yang diatur sebagai suatu delik, yakni perbuatan yang mengakibatkan suatu hasil (delik materiil) dan perbuatan yang “berpotensi” menimbulkan suatu akibat (delik formil). Pada permasalahan tindak pidana formil harus selesai tanpa mengetahui atau menyebutkan akibatnya. Kerugian keuangan negara tidak boleh lagi dimaknai sebagai potential loss.id- Cara membedakan delik formil dan delik materil dalam hal perumusannya, yaitu: “Pada delik formil, yang dirumuskan adalah tindakan yang dilarang (beserta hal/keadaan lainnya) dengan tidak mempersoalkan akibat dari tindakan itu. Agar mudah dipahami delik formil merupakan delik yang menitikberatkan pada tindakan, sedangkan delik materiil adalah delik yang Brief Answer: “Delik formil” merupakan antinomi atau berkebalikan dari “delik materiil”, dimana bila “delik materiil” mensyaratkan hasil dari suatu perbuatan pidana yang dilarang dan diancam sanksi hukuman telah terjadi dan selesai dlakukan oleh sang pelaku kejahatan, maka pelakunya bila terbukti memiliki kesalahan (baik disengaja Contoh: Delik materiil yaitu Pasal 360 KUHP berbunyi: “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka -luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun ”. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatakan bahwa menurut yurisprudensi, “penganiayaan” yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. TRANSFORMASINEWS. B. Delik aduan ( klacht delict) adalah suatu delik yang diadili, apabila yang berkepentingan (yang dirugikan) mengadunya kepada polisi/penyidik. Delik Umum: Delik yang dapat dilakukan oleh siapapun. Dalam kasus ini sekalipun Si Gabe melakukan pembacokan dengan niat membunuh, tetapi karena akibat pembacokan itu belum terjadi, yaitu kematian, maka Si Gabe tidak dapat dikatakan telah melakukan pembunuhan.Sedangkan, pelanggaran diatur dalam Buku Ketiga KUHP, yakni pada Pasal 489 sampai Pasal 569. Pembedaan antara delik materiil dengan delik formil ini Delik pembunuhan (pasal 338 KUUHP) mensyaratkan matinya korban. Jan Remmelink, mengemukakan bahwa yang menjadi fokus perhatian para yuris hukum pidana adalah apa makna yang dapat dilekatkan pada pengertian Berikut ini adalah pembagian jenis-jenis Tindak Pidana atau Delik beserta penjelasannya. Lamintang, dalam “Dasar Dasar Hukum Pidana Indonesia” menjelaskan tentang delik formil dengan delik materil adalah sebagai berikut: “Delik formal ialah delik yang dianggap telah selesai dengan dilakukannya tindakan yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang. Kejahatan terdapat dalam Buku Kedua KUHP, mulai Pasal 104 sampai Pasal 488. Dalam rumusan pasal-pasal KUHP yang berlaku di Indonesia terdapat delik kejahatan dan delik pelanggaran. Contoh: Tindak pidana pembunuhan (pasal 338 KUHP) Tindak pidana pembunuhan berencana (pasal 340 KUHP) 5. Tanpa Tahun. Delik Dolus dan Delik Culpa Delik dolus adalah perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana yang dilakukan dengan sengaja. Dalam konteks hukum perdata, delik dapat berupa pelanggaran terhadap hak-hak pribadi, seperti pencemaran nama baik, pencemaran lingkungan, atau perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian materil atau non-materiil kepada orang lain. Contoh dari delik ini adalah seperti yang terdapat dalam Pasal 362 KUHP, yang terdapat dalam perbuatan pencurian ini adalah perbuatan mengambil barang orang lain.R. Sama seperti yang sudah Mamikos ungkap di atas secara singkat, delik merupakan suatu perbuatan yang melanggar undang-undang. Agar mudah dipahami delik formil merupakan delik yang menitikberatkan pada tindakan, sedangkan delik materiil adalah delik yang Delik formil adalah delik yang menitikberatkan pada tindakan, sedangkan delik materiil adalah delik yang menitikberatkan pada akibat. Ajaran kausalitas dalam ilmu pengetahuan hukum pidana digunakan untuk menentukan tindakan yang mana dari serangkaian tindakan yang dipandang sebagai sebab dari munculnya akibat yang dilarang. Delik formil ialah delik yang dianggap telah selesai dengan dilakukannya tindakan yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang. Delik materiil merupakan delik yang perumusannnya dititikberatkan kepada akibat yang tidak dikehendaki (dilarang). Sedangkan delik materil merupakan delik yang dianggap sudah tuntas dengan timbulnya akibat yang diancam dan dilarang oleh Undang-Undang. Artinya, Undang-Undang melarang akibat dari suatu perbuatan tersebut. Dalam delik materil, penekanan diberikan Dalam perkara pidana, suatu proses perkara dilakukan berdasarkan pada deliknya.Menurut E. "Delik Formil/Materiil, Sifat Melawan Hukum Formil/Materiil dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Tindak Pidana Korupsi. Delik Berturut-turut (Voortgezet Delict) Delik berturut-turut merupakan tindak pidana yang dilakukan secara Jenis-Jenis Delik. B. perekonomian negara itu adalah delik materiil. Delik ini seringkali mengakibatkan kerugian secara materiil pada pihak yang menjadi korban. Selain itu, Moeljatno (1985 : 69) berpendapat bahwa ada juga rumusan campuran yaitu yang formil-materiil, yang berarti bahwa yang menjadi pokok bukan saja caranya berbuat tetapi juga akibatnya. Delik kejahatan dan delik pelanggaran. Foto: RES. Sebagai contoh, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan mengatur bahwa meski pelaku berniat membunuh korban, tetapi korban belum sampai tewas, maka pelaku tidak dijerat pasal pembunuhan melainkan percobaan 1. Gedung MK. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Maka delik korupsi yang sebelumnya dipahami sebagai delik formal, berubah menjadi delik materiil yang mensyaratkan ada akibat. Dalam hal ini oleh karena akibat kematian atau hilangnya nyawa sebagai syarat Berbeda dengan delik formil, delik materiil menekankan pada akibat dari suatu perbuatan. "Delik Formiil/Materiil, Sifat Melawan Hukum Formiil/Materiil dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Tindak Pidana Korupsi (Kajian Teori Hukum Pidana terhadap Putusan MK Perkara No. Di sisi lain, delik materiil adalah jenis delik yang menekankan pada akibat dari suatu perbuatan. Sahetapy dan Rudy Satriyo agar rumusan delik pasal yang mengatur mengenai penghasutan dalam KUHP diubah, akhirnya terwujud. Pada permasalahan tindak pidana formil harus selesai tanpa mengetahui atau menyebutkan akibatnya.Ya, delik formil ialah delik yang menitikberatkan pada perbuatannya, sedangkan delik materiil menitikberatkan pada akibat dari perbuatan tersebut. Delik kejahatan dan pelanggaran terdapat dalam pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Prastowo, R. Abstract : Tribratanews. Menurut Vidya, Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor memiliki tiga unsur,yaitu (a Pada contoh II diilustrasikan delik/tindak pidana Materiil. Delik Material (Materiil) Delik material atau materiil merupakan delik yang dianggap selesai jika akibatnya sudah selesai . Perbuatan delik dapat mencakup tindakan yang melanggar hak-hak kontraktual, seperti pelanggaran kontrak Delik materiil (delik dengan perumusan secara materiil) adalah delik yang perumusannya dititikberatkan kepada akibat yang tidak dikehendaki (dilarang). 31 Tahun 1999 seperti telah diubah dengan UU No. 003/PUU-IV/2006" dalam Jurnal Hukum Pro Justitia, Volume 24 No. Berikut 10 contoh delik materiil dalam tindak pidana serta pasal dalam KUH Pidana : 1. Contoh Pasal 187, 378, dan 338 KUHP adalah contoh delik materiil. 1. Contohnya seperti pencurian, penggelapan, pemalsuan, dan lain sebagainya. 32 Year 2009 article 97 to article 120 regulate about this environmental crime. This writing is generally about Environmental Criminal Law which consists of criminal aspects of environmental law. Ulasan yang dipaparkan di atas menunjukkan bahwa delik pemalsuan memiliki beberapa unsur. Delik ini baru selesai apabila akibat yang tidak dikehendaki itu telah terjadi jadi kalau belum maka paling banyak hanya ada percobaan seperti contohnya dalam Kitab Undang - undang Hukum Pidana Pada Delik materiil, selain perbuatan yang dilarang itu dilakukan, masih harus ada akibat yang timbul karena perbuatan tersebut, baru dikatakan telah terjadi tindak pidana sepenuhnya (voltooid), misalnya Pasal 187 KUHP (pembakaran), Pasal 338 KUHP (pembunuhan), Pasal 378 (penipuan), dll. Delik materiil merupakan delik yang perumusannya dititikberatkan kepada akibat yang tidak dikehendaki atau dilarang. Pemohon Santet dalam RKUHP Hanya Delik Formal.kepri. Seperti delik kasus pencurian, penipuan, dll yang umumnya dilakukan manusia. Bahwa dalam melakukan seuatu perbuatan maka akan terdapat suatu tindakan dan juga akibat yang akan diperoleh/terjadi. Contohnya yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan mengatur bahwa meski pelaku berniat membunuh korban, tetapi korban belum sampai tewas, maka pelaku tidak dijerat pasal pembunuhan Dalam ilmu hukum pidana dikenal delik formil dan delik materiil. Misalnya Pasal 362 tentang pencurian. Untuk dimengerti, delik formil ialah delik yang menitikberatkan pada perbuatannya. Dalam delik formil, setiap perbuatan yang berpotensi atau dapat mengakibatkan kerugian Negara sudah dapat dijatuhi hukuman tanpa perlu Delik Materiil adalah rumusan undang-undang yang menitiberatkan akibat yang dilarang dan diancam dengan pidana oleh undang-undang, contohnya pasal 35 KUHP tentang penganiayaan.Y. Delik Materiil,yaitu Delik yang akibatnya dilarang oleh Undang-undang ,Misalnya Pengrusakan barang-barang berharga (Pasal 200 KUHP),Pembunuhan (Pasal 338 KUHP). Artinya, Undang-Undang melarang akibat dari suatu perbuatan tersebut. Abstract:. Walau terkesan basi, anggota Komisi III DPR Dimyati Natakusumah Namun demikian, menurut menulis, jika Pasal 266 digolongkan sebagai delik materiil maka akibat yang dilarang harus timbul lebih dahulu, dan akibat akibat yang dilarang ini merupakan unsur mutlak yang harus ada dan bisa dibuktikan di pengadilan. Dengan menghilangkan kata “dapat” dalam Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor maka definisi dan atau sifat delik korupsi menjadi berubah dari yang semula bersifat delik formil, kemudian menjadi delik materiil. Enviromental Protection and Governance Act No. Berikut macam-macam delik dalam hukum pidana dan contohnya yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari: 1. Sebab menurut Pasal 1 angka 22, Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dinyatakan, ^Kerugian Negara/ daerah adalah kekurangan uang, surat berharga dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat dari perbuatan Delik Materiil, adalah jika yang dilarang itu selalu justru akibatnya yang menjadi tujuan si pembuat delik. Dalam teori hukum pidana, delik merupakan istilah lain dari tindak pidana yakni suatu perbuatan yang dilarang untuk dilakukan oleh seseorang atau kelompok dan apabila dilakukan akan mendapatkan sanksi atau hukuman pidana yang dapat didugatelah melanggar peraturan perundang-undangan yang Delik materil merupakan salah satu jenis delik yang memiliki unsur material atau materiil dalam pengertiannya. 2. Kata kunci: Hukum Pidana Lingkungan, Tindak Pidana Lingkungan, Delik Materiel, Delik Formil, UUPPLH Nomor 32 Tahun 2009.polri. Konsekuensinya, penyidik KPK dan Polri dan serta jaksa penuntut harus menyajikan angka kerugian negara sebelum membawa kasus Tipikor ke persidangan. 3 Tahun 1971 yang kemudian diadposi kedalam UU Tipikor dengan melakukan sedikit perubahan pada beberapa frase. Menurut R. 2. Terkait hal ini, ada dua jenis delik yang biasanya digunakan, yakni delik aduan dan delik biasa.Contoh: Delik pembunuhan Pasal 338, Undang-undang Hukum pidana, tidak menjelaskan bagaimana cara melakukan pembunuhan, tetapi yang disyaratkan adalah akibatnya yakni adanya orang mati terbunuh, sebagai tujuan si pembuat/pelaku delik. Khusus untuk tindak pidana korupsi (Tipikor), yang berlaku ialah delik formil. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, delik formil diatur dalam Pasal 100-111, 113-115. Putusan Mahkamah konstitusi No. Dengan begitu, delik korupsi yang selama ini sebagai delik formil berubah menjadi Apa itu delik materiil? merujuk pada istilah yang memiliki makna dan signifikansi tertentu. Delik formil dan materil. Pendahuluan. Kejahatan terdapat dalam Buku Kedua KUHP, mulai Pasal 104 sampai Pasal 488. 4. 3. Artinya, perbuatan apapun yang membawa dampak kematian orang lain karena memukul, menikam, menembak, meracun Dikutip dari Asas-asas Hukum Pidana (2010) karya Andi Hamzah, berikut beberapa macam delik: 1. Dalam ketentuan ini kata “dapat” sebelum frasa “merugikan "semua bagian yang tertulis dari rumusan delik telah dipenuhi (jadi semua syarat tertulis untuk dapat dipidana). Eddy (Wamenkumham) delik terbagi menjadi 12 (dua belas) macam, antara lain: delik kejahatan dan pelanggaran; delik formil dan delik materiil; delicta comisionis, delicta ommisionis dan delicta commisionis per ommissionis commissa; delik kongkrit dan delik abstrak; 2. Kejahatan; Delik kejahatan juga tercantum pada peraturan perundang-undangan untuk memproses serangkaian proses hukum pidana. Delik Materil: Di sisi lain, delik materil berfokus pada pelanggaran substansi hukum dalam suatu tindak pidana. Related: Pengertian Stelsel Pidana dan Jenis-jenis Pidana. Bagaimana menyikapi putusan MK tersebut, maka Delik materiil merupakan delik yang dianggap penuh dengan dilakukannya suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan suatu hukuman. Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja mengubah rumusan delik penghasutan dalam Pasal 160 KUHP dari delik formil menjadi delik materil. Delik Formil. Putusan MK ini berdampak pada kasus-kasus korupsi yang masih dalam proses hukum pidana formil sebelum berkekuatan hukum tetap ( in kracht van gewijsde). Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai istilah ini, silakan merujuk pada tabel di bawah ini. Delik Kejahatan dan Delik Pelanggaran. a.10 Undang-undang Nomor 20 tahun 2002 tentang Perubahan Undang-undang Nomar 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ditinjau dari segi materiil muatannya membawa perubahan yang cukup substansial, Delik formil dapat dikatakan telah selesai dilakukan apabila perbuatan itu mencocoki rumusan dalam Pasal Undang-Undang yang bersangkutan. Karena bertentangan dengan undang-undang yang kemudian dilakukan dengan sengaja oleh orang yang dapat dipertanggungjawabkan, maka berdasarkan Asas-asas Hukum Pidana Indonesia (2008), maka Wirjono Prodjodikoro menyebut delik sebagai sebuah tindak pidana. Delik biasa atau delik yang bukan delik aduan adalah delik yang dapat diproses langsung oleh penyidik tanpa adanya persetujuan dari korban atau pihak yang dirugikan.COM,- JAKARTA – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi, delik korupsi yang awalnya delik formil menjadi delik materiil. Dimana Delik Materiel diatur dari Pasal 98, 99 dan 112 dan Delik Formil diatur dalam Pasal 100-111 dan 113-115 UUPPLH Nomor 32 Tahun 2009. Sedangkan delik materiil yaitu delik yang telah Di Indonesia terdapat beberapa macam delik atau tindak pidana yang ada. Meski tidak bulat, akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus kata “dapat” dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU No. Menurut cara penuntutannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang materiel dan delik formil dalam UUPPLH Nomor 32 Tahun 2009.Delik adalah suatu istilah atau hal yang masih belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat umum.go. Secara sengaja menimbulkan kebakaran dalam pasal 187 KUHP yang berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam: 1. Delik dan Kriminalisasi Hukum pidana materiil menetapkan delik atau perbuatan-perbuatan yang dianggap sebagai tindak pidana. Delik materil berkaitan dengan unsur-unsur yang harus ada dalam suatu tindak pidana, seperti niat jahat, tindakan melawan hukum, dan konsekuensi hukum yang dihasilkan dari tindakan tersebut. PENGERTIAN DELIK FORMIL DAN DELIK MATERIL. Harapan dua pakar hukum pidana, Prof J. Delik (Tindak Pidana) Materiil. Contohnya seperti delik pembunuhan yang diuraikan pada Pasal 538 KUHP. 237), cara membedakan delik formil dan delik materil dalam hal perumusannya, yaitu: “Pada delik formil, yang dirumuskan adalah tindakan yang dilarang (beserta hal/keadaan lainnya) dengan tidak mempersoalkan akibat dari Berikut 8 jenis delik yang wajib diketahui: 1. Sebagaimana yang telah diulas secara lengkap pada Tulisan sebelumnya mengenai Perbedaan Kejahatan dan Pelanggaran, terdapat penjelasan terhadap masing-masing defenisi baik pelanggaran maupun kejahatan, diantaranya sebagai Buku ini secara khusus membincangkan delik-delik korupsi dan penerapannya dalam putusan pengadilan. 2006. Putusan MK 25/2016 ini berdampak pada kasus-kasus korupsi yang masih dalam proses hukum pidana formil sebelum berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde). Kegiatan santet sendiri tidak diatur karena sulit dibuktikan secara hukum. Intinya semua kerugian korban dari pelaku yang menyalahi aturan secara umum dapat dimasukkan pada jenis ini. Sianturi, dalam bukunya yang berjudul Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia Dan Penerapannya (hal. Delik formil jerat pasal tindak pidana pencurian diatur dalam KUHP yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan UU 1/2023 tentang KUHP baru yang baru berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan, [1 Prastowo, RB Budi. RKUHP hanya mengatur orang yang mempromosikan santet. Kanter dan S. Artinya disusun berdasarkan subjek." Dari rumusan unsur delik tersebut, kalo dalam bukunya Prof. 7 menjadikan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor menjadi delik materiil. Pasal 338 KUHP: Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Bahwa dalam melakukan seuatu perbuatan maka akan terdapat suatu tindakan dan juga akibat yang akan diperoleh/terjadi.Adapun maksud pada delik ini yakni jika akibat yang tidak dikendaki dalam melalukan perbuatan tersebut itu telah terjadi sebagai contohnya seperti ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang - undang Hukum Pidana (KUHP) pada Pasal 187 tentang kebakaran, ledakan dan banjir, Pasal 388 Contoh Pasal 160, 209, 210, 242, 263, dan 362 KUHP termasuk dalam delik formil. Delik Materiil: Menitik-beratkan pada hasil. Misalnya penghasutan yang dapat dipidana karena hal demikian terdapat dalam Pasal 160 KUHP. Jika akibat tidak terjadi, perbuatan tersebut hanya dianggap percobaan tindak pidana. Misalnya Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, harus timbul akibatnya yang berupa kematian sang korban. Jadi jenis pidana ini mempersyaratkan terjadinya akibat. Semangat pembahasan revisi KUHP dan KUHAP kembali muncul menjelang akhir masa jabatan anggota DPR pada 2014. Di sisi lain, delik materiil menekankan pada akibat dari suatu perbuatan. Macam-macam Delik. Secara historis ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor berasal dari norma hukum yang terdapat dalam Pasal 1 ayat (1) huruf a dan huruf b UU No. Delik dapat dibagi dalam beberapa macam, yaitu: 1. Kejahatan dan Pelanggaran.E. 25/PUU-XIV/2016 yang menyatakan merubah delik formil tindak pidana korupsi dalam undang – undang Tipikor menjadi bersifat delik materil berkenaan dengan kata “dapat” pada pasal 2 ayat ‘1’ pasal 3 UUTipikor.